Menanti LailatulQadar dan Sunnah I’tikaf

September 10, 2009

Keutamaan Lailatul Qadar
Mengenai pengertian lailatul qadar, para ulama ada beberapa versi pendapat. Ada yang mengatakan bahawa malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan. Ada pula yang mengatakan bahawa lailatul qadar adalah malam yang penuh sesak kerana ketika itu banyak malaikat turun ke dunia. Ada pula yang mengatakan bahawa malam tersebut adalah malam penetapan takdir. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahawa lailatul qadar dinamakan demikian kerana pada malam tersebut turun kitab yang mulia, turun rahmat dan turun malaikat yang mulia.[1] Semua makna lailatul qadar yang sudah disebutkan ini adalah benar.

Adapun keutamaan lailatul qadar adalah:

Pertama, lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah Tabala berfirman,

?????? ????????????? ??? ???????? ??????????? ?????? ?????? ??????????? , ?????? ???????? ????? ?????? ???????

bSesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qurban) pada suatu malam yang diberkati. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.b (QS. Ad Dukhan: 3-4).

Malam yang diberkati dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Tabala berfirman,

?????? ????????????? ??? ???????? ?????????

bSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.b (QS. Al Qadar: 1)
Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

???????? ????????? ?????? ???? ?????? ?????? , ????????? ?????????????? ?????????? ?????? ???????? ????????? ???? ????? ?????? , ??????? ???? ?????? ???????? ????????

bMalam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.b (QS. Al Qadar: 3-5).

Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada malam lailatul qadar dengan jumlah yang tidak terhingga.[2] Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sehingga terbitnya waktu fajar.[3]

Kedua, lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan. An Nakhobi mengatakan, bAmalan di lailatul qadar lebih baik daripada amalan di 1000 bulan.b[4] Mujahid dan Qatadah berpendapat bahawa yang dimaksud dengan lebih baik daripada seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar.[5]

Ketiga, menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Daripada Abu Hurairah, Nabi shallallahu balaihi wa sallam bersabda,

???? ????? ???????? ????????? ????????? ????????????? ?????? ???? ??? ????????? ???? ????????

bBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.b[6]

Bilakah Lailatul Qadar Terjadi?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu balaihi wa sallam,

?????????? ???????? ????????? ??? ????????? ??????????? ???? ?????????

bCarilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.b[7]

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih besar daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu balaihi wa sallam,

?????????? ???????? ????????? ??? ????????? ???? ????????? ??????????? ???? ?????????

bCarilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.b[8]

Lalu bila tanggal pasti lailatul qadar terjadi? Ibnu Hajar Al Asqalani telah menyebutkan empat puluh pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat daripada pelbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh beliau adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil daripada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun[9].

Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah Tabala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu balaihi wa sallam,

????????????? ??? ????????? ??????????? ???? ????????? ???????? ????????? ??? ????????? ??????? ? ??? ????????? ??????? ? ??? ????????? ???????

bCarilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir daripada bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.b [10]

Para ulama mengatakan bahawa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeza jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, pasti orang-orang akan bermalas-malasan.[11]

Doba di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyakkan doba pada lailatul qadar, lebih-lebih doba yang dianjurkan oleh suri tauladan kita bNabi Muhammad shallallahu balaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu banha berkata,

?????? ??? ??????? ??????? ?????????? ???? ???????? ????? ???????? ???????? ????????? ??? ??????? ?????? ????? B+ ?????? ?????????? ??????? ??????? ??????? ????????? ??????? ?????? B;

bKatakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?b Beliau menjawab,bKatakanlah: bAllahumma innaka bafuwwun tuhibbul bafwa fabfu annib (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).b[12]

Tanda Malam Lailatul Qadar

Pertama, udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana daripada Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu balaihi wa sallam bersabda,

???????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??? ??????? ????? ????????? ???????? ???????? ????????????? ?????????? ????????

bLailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.b[13]

Kedua, malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelazatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

Ketiga, manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebahagian sahabat.

Keempat, matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Kabab bahawa Rasulullah shallallahu balaihi wa sallam bersabda, bShubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.b[14] [15]

Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah. Barangsiapa yang terluput dari lailatul qadar, maka dia telah terluput dari seluruh kebaikan. Sungguh rugi seseorang yang luput daripada malam tersebut. Semestinya setiap muslim memerhatikan baik-baik sabda Nabi shallallahu balaihi wa sallam,

????? ???????? ????????? ?????? ???? ?????? ?????? ???? ?????? ????????? ?????? ??????

bDi bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan daripada memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput daripada seluruh kebaikan.b[16]

Oleh kerana itu, sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan tamak akan pahala melimpah di sisi Allah. Semestinya dia dapat mencontoh Nabinya yang giat ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. bAisyah menceritakan,

????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ?????????? ??? ????????? ??????????? ??? ??? ?????????? ??? ????????.

bRasulullah shallallahu balaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.b[17]

Semestinya setiap muslim dapat memperbanyak ibadahnya ketika itu, menjauhi isteri-isterinya daripada berjimab dan membangunkan keluarga untuk melakukan ketaatan pada malam tersebut. bAisyah mengatakan,

????? ?????????? – ??? ???? ???? ???? – ????? ?????? ????????? ????? ?????????? ? ????????? ???????? ? ?????????? ????????

bApabila Nabi shallallahu balaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengetatkan sarungnya (untuk menjauhi para isteri beliau daripada berjimab[18]), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.b[19]

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, bAku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.b Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu.[20]

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan malam lailatul qadar adalah menghidupkan kebanyakan malam dengan ibadah dan bukan seluruh malam, Pendapat ini dipilih oleh sebahagian ulama Syafibiyah.[21] Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, boleh pula dengan zikir dan tilawah Al Qurban.[22] Namun amalan shalat lebih utama daripada amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, bBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.b[23]

Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Juwaibir pernah mengatakan bahawa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, bBagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berzikir), apakah mereka boleh mendapatkan bahagian daripada lailatul qadar?b Adh Dhohak pun menjawab, bIya, mereka tetap boleh mendapatkan bahagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bahagian malam tersebut.b[24]

Dari riwayat ini menunjukkan bahawa wanita haidh, nifas dan musafir tetap boleh mendapatkan bahagian lailatul qadar. Namun kerana wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat ketika keadaan seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah,

1.B B B B B B B Membaca Al Qurban tanpa menyentuh mushaf.[25]
2.B B B B B B Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan zikir lainnya.
3.B B B B B B Memperbanyak istighfar.
4.B B B B B Memperbanyak doba.[26]

Beribtikaf Demi Menanti Lailatul Qadar

Nabi shallallahu balaihi wa sallam biasa beribtikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. Inilah yang diterangkan bAisyah.[27] Nabi shallallahu balaihi wa sallam beribtikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan B segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdoba dan banyak berzikir ketika itu.[28]

Beberapa hal yang boleh diperhatikan ketika ingin beribtikaf.

Pertama, ibtikaf mesti dilakukan di masjid dan boleh di masjid mana saja.

Ibtikaf disyaribatkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah Tabala,

????? ??????????????? ?????????? ?????????? ??? ????????????

b(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjidb(QS. Al Baqarah: 187). Rasulullah shallallahu balaihi wa sallam begitu juga isteri-isteri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.

Menurut kebanyakan ulama, ibtikaf disyaribatkan di semua masjid kerana keumuman firman Allah di atas (yang ertinya) bSedang kamu beri’tikaf dalam masjidb. Adapun hadits marfub dari Hudzaifah yang mengatakan, bTidak ada ibtikaf kecuali pada tiga masjid yaitu masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqshob. Perlu diketahui, hadits ini masih diperselisihkan statusnya, apakah marfub (sabda Nabi) atau mauquf (perkataan sahabat).

Kedua, wanita juga boleh beribtikaf sebagaimana Nabi shallallahu balaihi wa sallam mengizinkan isteri beliau untuk beribtikaf. Namun wanita boleh beribtikaf di sini mesti memenuhi 2 syarat: (1) Diizinkan oleh suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi lelaki).

Ketiga, yang membatalkan ibtikaf adalah: (1) Keluar masjid tanpa alasan syarbi atau tanpa ada keperluan yang mubah yang mendesak (misalnya untuk mencari makan, mandi junub , yang hanya boleh dilakukan di luar masjid), (2) Jimab (bersetubuh) dengan isteri berdasarkan Surat Al Baqarah : 187 di atas.

Keempat, B hal-hal yang dibolehkan ketika beribtikaf di antaranya:
(1) Keluar masjid disebabkan ada hajat seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak boleh dilakukan di dalam masjid.
(2) Melakukan hal-hal mubah seperti bercakap-cakap dengan orang lain.
(3) Isteri mengunjungi suami yang beribtikaf dan berdua-duaan dengannya.
(4) Mandi dan berwudhu di masjid.
(5)B Membawa peralatan untuk tidur di masjid.

Kelima, jika ingin beribtikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beribtikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 (sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu balaihi wa sallam) dan keluar setelah shalat shubuh pada hari bIdul Fithri menuju lapangan.

Keenam, hendaknya ketika beribtikaf, sibukkanlah diri dengan melakukan ketaatan seperti berdoba, zikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qurban dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat. [29]

Semoga Allah memudahkan kita menghidupkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan dengan amalan ketaatan.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ertikel http://rumaysho.com

Footnote:


[1] Periksa Zaadul Maysir, 6/177, Ibnul Jauziy, Mawqib At Tafaasir, Asy Syamilah

[2] Periksa Zaadul Maysir, 6/179

[3] -idem-, 6/180

[4] Lihat Latho-if Al Mabarif, hal. 341, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy, cetakan pertama, 1428 H.

[5] Periksa Zaadul Maysir, 6/179

[6] HR. Bukhari no. 1901.

[7] HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169

[8] HR. Bukhari no. 2017

[9] Lihat Fathul Baari, 6/306, Mawqib Al Islam Asy Syamilah.

[10] HR. Bukhari no. 2021

[11] -idem-

[12] HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahawa hadits ini shahih. Adapun tambahan kata bkariimb setelah bAllahumma innaka bafuwwun …b tidak terdapat satu dalam manuskrip pun. Lihat Taroojubat no. 25.

[13] HR. Ath Thoyalisi.B Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya

[14] HR. Muslim no. 1174

[15] Lihat perbahasan di Shahih Fiqih Sunnah, 2/149-150, Abu Malik, Maktabah At Taufiqiyyah.

[16] HR. Ahmad. Syaikh Syubaib Al Arnauth mengatakan bahawa hadits ini shahih.

[17] HR. Muslim no. 1175

[18] Lihat tafsiran ini di Latho-if Al Mabarif, hal. 332

[19] HR. al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174

[20] Latho-if Al Mabarif, hal. 331

[21] Lihat Latho-if Al Mabarif, hal. 329

[22] Lihat bAunul Mabbud, 3/313, Mawqib Al Islam, Asy Syamilah

[23] HR. Bukhari no. 1901.

[24] Latho-if Al Mabarif, hal. 331

[25] Dalam at Tamhid (17/397, Syamilah), Ibnu Abdil Barr berkata, bPara pakar fiqh dari berbagai kota baik Madinah, Iraq dan Syam tidak berselisih pendapat bahawa mushaf tidaklah boleh disentuh melainkan oleh orang yang suci dalam pengertian lain berwudhu. Inilah pendapat Imam Malik, Syafii, Abu Hanifah, Sufyan ats Tsauri, al Auzai, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Merekalah para pakar fiqh dan hadits di masanya.

[26] Lihat perbahasan di bAl Islam Su-al wa Jawabb pada link http://www.islam-qa.com/ar/ref/26753

[27] HR. al-Bukhari no. 2026 dan Muslim 1172.

[28] Latho-if Al Mabarif, hal. 338

[29] Perbahasan ibtikafB ini disarikan dari Shahih Fiqih Sunnah, 2/150-158

http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2696-menantikan-malam-1000-bulan.html

Leave a Reply


127.0.0.1
tretinoin Cream 0.05