HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH

January 3, 2009

HADITS PERTAMA
Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu balaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur, bAshar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila baginda mengucap SamibAllahu liman hamidah di rakabat yang akhir, beliau mendobakan kebinasaan atas kabilah Riblin, Dzakwan dan bUshayyah yang ada di perkampungan Bani Sulaim, dan jemaah di belakang baginda mengucapkan amin.

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud(1), Ibnul Jarud(2), Ahmad(3), al-Hakim dan al-Baihaqi(4). Dan Imam al-Hakim menambahkan bahawa Ibnu Abbas radhiyallahu banhuma berkata: Beliau Shallallahu balaihi wa sallam pernah mengutus para dabi agar mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tetapi mereka membunuh para dabi itu. bIkrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan. (Lihat Irwaa-ul Ghalil II/163)

HADITS KEDUA
Dari Anas, dia berkata: bRasulullah Shallallahu balaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari rukub, yakni mendoba kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau meninggal-kannya (tidak melakukannya lagi).b

Diriwayatkan oleh Ahmad(5), Bukhari(6), Muslim(7), an-Nasaa-i(8), ath-Thahawi(9).

Dalam hadits Ibnu Abbas dan hadits Anas dan beberapa hadits yang lainnya menunjukkan bahawa pertama kali qunut dilakukan ialah ketika Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Riblin, Hayyan, Dzakwan dan bUshayyah meminta kepada Nabi Shallallahu balaihi wa sallam agar mau mengajarkan mereka tentang Islam.

Maka, kemudian Nabi Shallallahu balaihi wa sallam mengutus kepada mereka tujuh puluh orang qurrab (para penghafal al-Qur’an), sesampainya mereka di sumur Mabunah, mereka (para qurrab) itu dibunuh semuanya. Pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan yang menimpa Nabi Shallallahu balaihi wa sallam selain kejadian itu. Maka kemudian Baginda Shallallahu balaihi wa sallam qunut selama satu bulan, yang kemudian beliau tinggalkan.

Di antaranya adalah hadits Ibnu bUmar dan Abu Hurairah di bawah ini:

Dari Ibnu Umar, bSesungguhnya dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukub di rakabat yang terakhir ketika shalat Shubuh, baginda membaca: bAllahummal ban fulanan wa fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si fulan dan si fulan dan si fulan) sesudah ia membaca Samiballaahu liman hamidahu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang ertinya): bSama sekali soal (mereka) itu bukan menjadi urusanmu, sama ada Allah akan menyeksa mereka atau akan mengampuni mereka. Maka sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang zhalim.bb (Ali bImraan: 128)

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/147)

Dari Abu Hurairah, bSesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila hendak mendobakan kecelakaan atas seseorang atau mendobakan kebaikan untuk seseorang, beliau mengerjakan qunut sesudah rukub, dan apabila baginda (selesai) membaca: Samiballahu liman hamidah, (lalu) baginda membaca, bAllahummab& dan seterusnya (yang ertinya: Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan bAyyasy bin Abi Rabibah dan orang-orang yang tertindas dari orang-orang Mukmin. Ya Allah, keraskanlah seksa-Mu atas (kaum) Mudhar, Ya Allah, jadikanlah atas mereka musim kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada zaman) Yusuf.bb

Abu Hurairah berkata, bNabi keraskan bacaannya itu dan baginda membaca dalam akhir shalatnya dalam shalat Shubuh: Allahummal ban fulananb& dan seterusnya (Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan) yaitu (dua orang) dari dua kabilah bangsa Arab, sehingga Allah menurunkan ayat: bSama sekali urusan mereka itu bukan menjadi urusanmu… (dan seterusnya).bb

Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560

Di dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no. 1004 disebutkan bahawa Nabi Shallallahu balaihi wa sallam pernah qunut pada shalat Shubuh dan Maghrib.

Lafazhnya adalah sebagai berikut:

Dari Anas, ia berkata, bQunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh.b

Dan dalam hadits yang shahih pula disebutkan bahawa Abu Hurairah pernah qunut pada shalat Zhuhur dan bIsya sesudah mengucapkan Samiballahu liman hamidahu (setelah bangkit dari rukub (di saat sedang ibtidal).), ida berdoba untuk kebaikan/kemenangan kaum Mukminin dan melaknat orang-orang kafir. Kemudian Abu Hurairah berkata: bShalatku ini menyerupai shalatnya Rasulullah Shallallahu balaihi wa sallam.b

Lafazh haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:

Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, bSungguh aku akan mendekatkan kamu dengan shalat Rasulullah Shallallahu balaihi wa sallam. Maka, Abu Hurairah kemudian qunut dalam rakabat yang akhir dari shalat Zuhur, bIsya dan shalat Shubuh, sesudah dia membaca: bSamiballahu liman hamidah.b Lalu dia mendobakan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan melaknat orang-orang kafir.b

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim (no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Mabrifah.

Memang Rasulullah Shallallahu balaihi wa sallam pernah qunut pada shalat Shubuh, begitu juga Abu Hurairah, akan tetapi ingat, bahawa hal itu bukan semata-mata dilakukan pada shalat Shubuh saja! Sebab apabila dibatasi pada shalat Shubuh saja, maka hal ini akan berten-tangan dengan riwayat yang sangat banyak sekali yang menyebutkan bahawa beliau Shallallahu balaihi wa sallam melakukan qunut pada lima waktu shalat yang wajib. Menurut hadits yang keenam bahawa Rasulullah Shallallahu balaihi wa sallam tidak qunut melainkan apabila beliau hendak mendobakan kebaikan atau mendobakan kebinasaan atas suatu kaum. Maka apabila beliau qunut itu menunjukkan ada musibah yang menimpa ummat Islam dan dilakukan selama satu bulan(10)

(Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M)
_________
Foote Note
(1). Dalam kitab al-Musnad (I/301-302).
(2). Dalam kitab Mustadrak-nya (I/225-226).
(3). Dalam kitab Sunanul Kubra (II/200 & II/212).
(4). Dalam kitab al-Musnad III/115, 180, 217, 261 & III/191, 249.
(5). Di dalam kitab Shahih-nya no. 4089.
(6). Dalam kitab Shahih-nya no.677 (304), tanpa lafazh bbabdar rukub.b
(7). Dalam kitab Sunan-nya II/203-204.
(8). Dalam kitab Syarah Mabanil Atsar (I/245).
(9). Dan hadits ini telah diriwayatkan pula oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.1989, Abu Dawud no.1445, sebagaimana juga telah disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Maram no.287, lihat juga kitab Irwaa-ul Ghalil II/163.
(10). Sebelum ini telah disebutkan hadits-hadits yang menunjukkan adanya qunut pada shalat Shubuh, Zhuhur, bAshar, dan bIsya, adapun yang menerangkan adanya qunut pada shalat Maghrib, adalah hadits Barab bin bAzib:
Dari Baraab bin bAzib, bSesungguhnya Rasulullah shallalllahu balaihi wa sallam pernah qunut dalam shalat Shubuh dan Maghrib.b
Hadits shahih riwayat Ahmad IV/285, Muslim no.678 (306), Abu Dawud no.1441, at-Tirmidzi no.401, an-Nasaa-i II/202, ad-Dara-quthni II/36, al-Baihaqi II/198, ath-Thahawi II/242, Abu Dawud ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.737, lafazh ini milik Muslim.

http://www.almanhaj.or.id/content/1479/slash/0

One Response to “HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH”

  1. [...] HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH Filed under: Isu semasa, Palestin engkau dibela ! — habibahayob @ 3:28 pm [...]

Leave a Reply


127.0.0.1
tretinoin Cream 0.05